Rabu, 28 April 2010

Saat Kau Berumur...

Saat kau berumur 1 tahun,dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya,kau menangis sepanjang malam.
Saat kau berumur 2 tahun,dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya,kau kabur saat dia memanggilmu.
Saat kau berumur 3 tahun,dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya,kau buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun,dia memberimu pinsil berwarna.
Sebagai balasannya,kau corat-coret dinding rumah dan meja makan.
Saat kau berumur 5 tahun,dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.

Sebagai balasannya,kau memakainya untuk bermain di kubangan Lumpur dekat rumah.
Saat kau berumur 6 tahun,dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya,kau berteriak ”Nggak mau!”
Saat kau berumur 7 tahun,dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya,kau lemparkan bola ke jendela tetangga.
Saat kau berumur 8 tahun,dia membelikanmu es krim.
Sebagai balasannya,kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun,dia membayar mahal untuk kursus pianomu.
Sebagai balasannya,kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat kau berumur 10 tahun,dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya,kau melompat ke luar mobil tanpa memberi salam.
Saat kau berumur 11 tahun,dia mengantar kau dan teman-teman ke mall.
Sebagai balasannya,kau minta dia menunggu di pojok yang lain.
Saat kau berumur 12 tahun,dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus untuk orang dewasa.
Sebagai balasannya,kau tunggu dia sampai keluar rumah.
Saat kau berumur 13 tahun,dia menyarankanmu untuk memotong rambut,karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya,kau katakan dia tak tahu mode.
Saat kau berumur 14 tahun,dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya,kau TAK pernah menelponnya.
Saat kau berumur 15 tahun,pulang kerja dia ingin memelukmu.
Sebagai balasannya,kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun,dia ajari kau mengemudi motornya.
Sebagai balasannya,kaun pakai motornya pada setiap kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun,dia menunggu telepon yang sangat penting.
Sebagai balasannya,kau pakai telepon NONSTOP sepanjang malam.
Saat kau berumur 18 tahun,dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya,kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun,dia membayar kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya,kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun,dia bertanya “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya,kau katakana “Ah, Ibu cerewet amat sih,mau tahu urusan orang.
Saat kau berumur 21 tahun,dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya,kau katakana “Aku tidak ingin seperti Ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun,dia memelukmu haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya kapan dia bisa ke Bali
Saat kau berumur 23 tahun,dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya,kau ceriatakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun,dia bertemu dengan tunanganmu,bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya,kau mengeluh”Aduuuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
Saat kau berumur 25 tahun,dia membantumu membiayain pernikahanmu.
Sebagai balasannya,kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 Km.
Saat kau berumur 30 tahun,dia memberikan nasihat bagaimana cara merawat bayimu.
Sebagai balasannya,kau katakan padanya”Bu,sekarang zamanya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 40 tahun,dia menelpon untuk memberitahukan pesta pernikahan salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya,kau jawab”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan & memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya,kau baca tentang pengaruh negatif ortu yang menumpang tinggal di rumah anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dgn tenang,dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan,karena merka datang menghantam hatimu bagaikan palu godam.

Jika beliau masih ada,Jangan lupa berikan kasih sayangmu lebih dari yang pernah kau berikan selama ini.

0 komentar:

Posting Komentar